Sampul Buku Empat Abad Wonosobo - Erwin Abdillah 2025

Empat Abad Wonosobo Narasi Sejarah dari Dokumen Hindia Belanda, Serat, dan Babad – Pengantar Penulis

Inlah buku kecil yang lahir dari catatan pengembaraan 11 tahun Erwin Abdillah, seorang jurnalis di “pelosok” dan daerah termiskin di Jawa Tengah.

Niat awal penyusunan buku ini adalah mengumpulkan sebanyak mungkin riwayat Wonosobo dari pelbagai tulisan di masa lalu. Semua bermula pada 2014, tahun pertama saya bekerja sebagai jurnalis di Wonosobo. Saya menemukan banyak kerancuan tentang sejarah Wonosobo. Ada banyak versi cerita tentang satu tokoh yang satu sama lainnya bertentangan. Beberapa buku sejarah populer pun, belum berhasil menjawab satu pertanyaan terbesar: “siapa” sejatinya Wonosobo ini? 

Selama satu dekade terakhir, hanya 2-3 buku baru yang secara spesifik membahas sejarah Wonosobo. Dalam pemikiran terbatas saya, idealnya ada belasan buku yang menguliti sejarah lereng Dieng ini sejak 1200 tahun terakhir. Saya rindu kehadiran narasi lain, karena seringnya buku-buku sejarah hanya mengecilkan Wonosobo sebagai daerah “wana” atau “hutan” pedalaman di masa lampau. Sedangkan lainnya fokus pada kisah keajaiban berbungkus dongeng yang semakin menjauhkan dari alur sejarah sesungguhnya. Sayangnya buku-buku yang saya tunggu itu tak kunjung terbit.

Saat meneliti garis silsilah leluhur (2024), saya menemukan banyak catatan tentang Wonosobo/Ledok dari laporan Hindia Belanda awal 1800-an. Proses pencarian leluhur itulah yang mengantarkan saya pada sumber yang terlalu melimpah tentang entitas Wonosobo. Mengurutkan identitas seorang leluhur berlatar tahun 1850-an, menghabiskan waktu hampir setengah tahun. Saya iri dengan mereka yang punya catatan keluarga seperti Serat Kekancingan dari keraton. Alangkah baiknya jika setiap jiwa memegang surat kekancingan hingga, setidaknya, 10 generasi ke atas. Tidak peduli siapapun mereka, ningrat atau bukan. Di suatu masa nanti, akan ada lagi generasi yang tidak tahu siapa kakek-nenek buyutnya. Menurut saya, orang yang tidak tahu asal-usul mereka, kerap tak tahu juga hendak pergi ke mana.

Maka, saya putuskan sebuah misi baru usai pencarian leluhur. Berbekal tumpukan bahan yang menganggur dari era Hindia Belanda itu. Lalu di awal 2025, saya mulai menyusun dan mempublikasikan serangkaian catatan singkat di laman medium.com/@erwinabcd yang jadi embrio penyusunan buku ini. Semesta mendukung! Beberapa rekan yang sehari-hari mengerjakan riset ilmiah memantau tulisan saya. Mereka yang memang akademisi tulen, mulai mengirimkan sumber-sumber baru. Akhirnya belasan judul teks asing dan belum pernah saya jumpai dari berbagai era dan berbahasa asing membanjiri email. Maklum, mereka kelewat yakin jika saya menguasai tiga-empat bahasa. Kebanyakan sumber-sumber itu berbahasa Jawa kuna, Inggris, Belanda, Jerman, dan Perancis.

Awalnya, saya fokus pada literatur abad ke 17-19; namun belakangan, saya berhasil melengkapi kepingan teka-teki tentang peristiwa lain di era yang lebih tua. Perkenalan selama empat tahun terakhir dengan keluarga Trah Hamengku Buwono II, khususnya Romo Manu (KRT Manu J. Widyasěputra) membawa saya lebih jauh pada penggalian narasi kelahiran Raden Mas Sundoro di Wonosobo. Sekaligus mengenalkan saya pada serat Suryaraja yang pada akhirnya menjadi harta karun dalam melengkapi buku ini. 

Seorang sejarawan terkenal dan penulis buku tentang Perang Jawa, Peter B. Carey, juga dengan tanggap menjawab rentetan pertanyaan saya terkait sumber yang saya olah, termasuk buku-buku lama miliknya. Bahkan beliau mengirimkan banyak sumber penting yang menggenapi penyusunan narasi tokoh dalam buku ini. Karya-karya Peter Carey, sejak saya masih berstatus mahasiswa, selalu menginspirasi untuk meneliti dan menulis. Salam hormat dan terimakasih saya sampaikan kepada Pak Peter Carey, semoga di masa mendatang saya bisa merepotkan lagi.

Sebagai jurnalis, saya jujur lebih suka menggelontorkan hasil wawancara lapangan dan dokumentasi foto. Namun, saya khawatir jika menuruti syahwat itu, buku ini akan sekadar menjadi sebuah memoir. Akhirnya, saya berusaha seakademis mungkin dalam mencari dan mengutip sumber-sumber ilmiah lain. Harapan saya, di masa depan karya ini bisa sedikit membantu peneliti yang  fokus pada sejarah Wonosobo. Butuh lebih dari 1-2 orang untuk melengkapi puzzle yang belum ditemukan dan dinarasikan. Pada akhirnya, semoga ini bukan sekadar buku berisi sejarah, namun pencatatan riwayat Wonosobo dalam gaya narasi.

Terimakasih kepada ratusan nama yang membantu proses penyusunan buku ini. Khususnya pada orang tua saya Alm. Bapak Solichin Mulyo Sumarto, ibu Sumarmi, Alm. Ibu Sukarti dan seluruh leluhur dari berbagai bangsa yang menyumbangkan DNA-nya hingga lahir entitas saya. Terima kasih setulusnya kepada seluruh saudara sedarah dan seluruh keluarga besar Trah Wonosobo-Parakan yang mendidik kami menjadi orang baik (dan semoga berguna). Tak lupa kepada anak (khususnya putri saya, Kinan Kalalili Sarayu), semua keponakan, cucu, dan para penerus yang belum lahir.

Salam hormat kepada anggota Sekte Kantin” yang menemani diskusi sambil mengetik di Kantin Perpustakaan Daerah Wonosobo; khususnya Agus Wepe yang banyak mengajari tentang pembacaan serat; juga Bimo Sasongko, pustakawan sekaligus penulis yang membantu pencarian sumber tulisan dan tak lelah berbagi ilmunya. Lalu untuk ilustrator, Sely Precilia, terimakasih atas kesabaran mengikuti visi saya menghidupkan kembali gambaran peristiwa di masa lalu. 

Terimakasih kepada seluruh kerabat, petani, penjaga tradisi, dan sesepuh di puluhan desa di lereng pegunungan Sindoro-Sumbing, Dieng, Prau, Bismo, Pakuwojo, Setlerep, dan sekitarnya. Yang hampir tiap tahun saya datangi baik makam dan dapurnya. Karya ini saya persembahkan untuk kalian semua. Semoga lebih banyak peneliti dan penulis yang merepotkan kalian. Terakhir, terimakasih kepada para pembaca yang bersabar mengikuti alur pemikiran saya, serta membaca buku ini hingga tuntas.

Mesin waktu sudah saya siapkan. Selamat mencari dan bersiaplah menemukan!

 

Erwin Abdillah

Jemuwah Kliwon, 1 Sura 1958

1 Muharram 1447/27 Juni 2025

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *